Kamis, 30 Agustus 2018

ASIAN GAMES 2018

Pesta Olahraga Asia 2018

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigationJump to search
Pesta Olahraga Asia 2018
2018 Asian Games
2018 Asian Games logo.svg
Logo Asian Games 2018
Kota Tuan RumahJakarta & Palembang[1]
Negara Indonesia
Moto"Energy of Asia"[2]
(Bahasa Indonesia: Energi Asia)
Negara yang berpartisipasi45
Atlet yang berpartisipasi± 15.000 atlet (perkiraan)
Acara462 nomor pertandingan dalam 40 cabang olahraga
Upacara pembukaan18 Agustus 2018[3]
Upacara penutupan2 September 2018
Resmi dibuka olehPresiden Joko Widodo
Janji atletArki Dikania Wisnu
Janji wasitWahyana
Penyalaan oborSusi Susanti
Tempat utamaStadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta[4]
Situs webwww.asiangames2018.id
 Incheon 2014Hangzhou 2022  >
Pesta Olahraga Asia 2018 (bahasa Inggris: 2018 Asian Games), secara resmi dikenal sebagai Pesta Olahraga Asia ke-18, adalah acara olahraga multi-event regional Asia yang diselenggarakan di Indonesia pada tanggal 18 Agustus - 2 September 2018[3], di dua kota yaitu Jakarta dan Palembang[5], serta beberapa tempat sebagai tuan rumah pendukung yang tersebar di provinsi Jawa Barat dan Banten[6][7]. Jumlah cabang olahraga yang akan dipertandingkan sebanyak 40 cabang, terdiri dari 32 cabang olahraga olimpiade dan 8 cabang olahraga non olimpiade.[8][9]
Ini merupakan kedua kalinya Indonesia menjadi tuan rumah perhelatan Asian Games setelah Asian Games IV yang diadakan di Jakarta pada tahun 1962. Sebagian fasilitas yang dibangun untuk Asian Games IV akan kembali digunakan dalam Asian Games XVIII ini. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Asian Games akan diadakan di dua kota sekaligus.[10]
Indonesia disetujui menjadi tuan rumah Asian Games XVIII oleh Dewan Eksekutif Dewan Olimpiade Asia pada 19 September 2014.[11]Penyelenggaraan Asian Games XVIII yang awalnya akan diadakan pada tahun 2019 kemudian dimajukan menjadi tahun 2018 untuk menghindari pemilihan legislatif dan pemilihan presiden Indonesia yang juga akan diselenggarakan pada tahun tersebut.[12][13]
Awalnya Hanoi, Vietnam terpilih sebagai tuan rumah mengalahkan Surabaya, namun mereka mengundurkan diri akibat kendala keuangan.[14][15]
Untuk pertama kalinya pula, eSports dan polo kano akan dipertandingkan sebagai olahraga eksibisi. eSports dijadwalkan akan menjadi pertandingan medali pada Pesta Olahraga Asia 2022.

Pemilihan tuan rumah

Hanoi

Hanoi ditetapkan sebagai tuan rumah Asian Games XVIII pada tanggal 8 November 2012 setelah mengalahkan kota-kota lain yang juga mengajukan diri sebagai tuan rumah, yaitu Dubai dan Surabaya.[16] Dubai menarik diri pada menit terakhir, mengumumkan niat mereka untuk fokus pada tawaran di masa depan. Wakil ketua Komite Olimpiade Nasional UEA membantah penarikan tersebut dan mengklaim bahwa Dubai "tidak mengajukan diri untuk menyelenggarakan Asian Games 2019" dan "hanya dianggap" melakukannya.[17][18][19]
Hasil pemungutan suara tuan rumah Asian Games 2018
KotaNegaraHasil
Hanoi Vietnam29
Surabaya Indonesia14
Dubai Uni Emirat ArabMengundurkan diri
Namun, pada Maret 2014, terdapat beberapa kekhawatiran mengenai kemampuan Vietnam untuk menjadi tuan rumah. Hal ini termasuk kekhawatiran apakah anggaran yang diantisipasi sebesar US$150 juta merupakan jumlah yang realistis. Terdapat klaim bahwa pemerintah akhirnya akan menghabiskan lebih dari US$ 300 juta. Selain itu, kritikus khawatir bahwa beberapa stadion yang dibangun bersamaan dengan SEA Games 2003 tidak pernah digunakan lagi sejak saat itu.[20] Mantan ketua Komite Olimpiade Vietnam Ha Quang Du juga mengklaim bahwa menjadi tuan rumah Asian Games tidak akan meningkatkan pariwisata di Vietnam.[21]
Pada 17 April 2014, Perdana Menteri Vietnam Nguyen Tan Dung secara resmi mengumumkan penarikan Hanoi sebagai tuan rumah. Ia menyebutkan ketidaksiapan dan resesi ekonomi sebagai alasan utama penarikan tersebut, mengatakan bahwa mereka menarik diri karena negara tidak mampu membayar pembangunan fasilitas dan tempat yang dibutuhkan untuk penyelenggaraan acara ini.[22] Banyak masyarakat Vietnam mendukung keputusan untuk mundur tersebut.[23] Tidak ada penalti yang dikenakan untuk penarikan tersebut.[24]

Penunjukan Jakarta dan Palembang

Setelah Hanoi mengundurkan diri, sebagai tuan rumah Asian Games XVIII, OCA menyatakan bahwa Indonesia, Tiongkok, dan Uni Emirat Arab adalah kandidat yang paling mungkin untuk menjadi tuan rumah.[25] Indonesia dianggap sebagai favorit, karena Surabaya merupakan runner-up dari tawaran sebelumnya,[26] dan bersedia untuk melakukannya jika dipilih.[27] Filipina[28] dan India menyatakan minat mereka menjadi tuan rumah Asian Games XVIII, tetapi India gagal mengajukan tawaran karena gagal mendapatkan audiensi dengan Perdana Menteri Narendra Modi setelah diberi batas perpanjangan waktu oleh OCA.[29]
Pada tanggal 5 Mei 2014, OCA mengunjungi beberapa kota di Indonesia yang mungkin bisa menjadi tuan rumah Asian Games, seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Palembang, sementara Surabaya memutuskan untuk tidak menjadi tuan rumah Asian Games dan sebaliknya berfokus pada tuan rumah Asian Youth Games pada tahun 2021.[30]Pada tanggal 25 Juli 2014, dalam pertemuan di Kota Kuwait, OCA menunjuk Jakarta sebagai tuan rumah Asian Games XVIII dengan Palembang sebagai tuan rumah pendukung. Jakarta dipilih karena telah dilengkapi dengan sarana olahraga, jaringan transportasi yang memadai, dan fasilitas lain seperti hotel dan penginapan untuk tamu.[31] Penjadwalan pertandingan Asian Games, diubah dari tahun 2019 menjadi tahun 2018, karena pada tahun 2019 akan diselenggarakan pemilihan presiden 2019. Pada tanggal 20 September 2014, Indonesia menandatangani kontrak tuan rumah,[32] dan selama upacara penutupan Asian Games 2014 di Incheon, Indonesia ditunjuk secara simbolis oleh OCA untuk menjadi tuan rumah Asian Games berikutnya.[33][34][35]

Pemasaran

Komite Penyelenggara Asian Games Indonesia (INASGOC) telah menyetujui kesepakatan sponsor dengan sejumlah perusahaan (lihat tabel).[36] Para sponsor dibagi dalam 5 kategori level sponsorship. Perusahaan-perusahaan ini secara kumulatif menyediakan pendanaan senilai Rp 1,8 triliun,[37] termasuk di dalamnya enam Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang turut terlibat dalam kerja sama sponsorship dengan nilai mencapai Rp 500 miliar.[38]

Logo, maskot, dan medali

Maskot Asian Games 2018, dari atas ke bawah: Bhin-Bhin (cenderawasih), Atung (rusa Bawean), dan Kaka (badak bercula satu).
Logo yang pertama yang diluncurkan pada tanggal 9 September 2015 mengambarkan cenderawasih, spesies burung langka di Indonesia.[39] Drawa, personifikasi cenderawasih, diresmikan sebagai maskot oleh wakil presiden Jusuf Kalla pada tanggal 26 Desember 2015.[40] Namun, setelah munculnya kritik dari masyarakat atas desain maskot dan logo yang kuno dan tidak menarik[41][42][43], penyelenggara menarik kembali maskot dan logo yang telah diluncurkan dan memerintahkan Badan Ekonomi Kreatif untuk merevisi desain logo tersebut.[44]
Pada tanggal 28 Juli 2016, logo dan maskot baru diresmikan oleh Badan Ekonomi Kreatif, Komite Olimpiade Indonesia, dan Kementerian Pemuda dan Olahraga.[45] Logo baru ini didasarkan pada desain atap Stadion Gelora Bung Karno yang dibangun untuk Asian Games 1962di Jakarta, dengan delapan jalur yang mengarah ke stadion, lambang Dewan Olimpiade Asia sebagai matahari bersinar sebagai cerminan Energi Asia yang bersinar di seluruh Asia.[45]
Maskot baru mencerminkan keberagaman Indonesia dengan tiga hewan dari berbagai daerah di Indonesia. Bhin Bhin, personifikasi cendrawasih, mengenakan rompi dengan motif tradisional Asmat dari Papua dan melambangkan strategi. Atung, personifikasi rusa Bawean, mengenakan sarung batik parang dan melambangkan kecepatan. Kaka, personifikasi badak bercula satu, mengenakan motif bunga dari Songket Palembang dan melambangkan kekuatan. Nama mereka diambil dari motto nasional Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika.[46]
Pada Juli 2018, Komite Penyelenggara Asian Games Indonesia (INASGOC) merilis desain medali ke publik, menampilkan logo Asian Games dan motif batik dari seluruh wilayah Indonesia, mencerminkan keragaman budaya Indonesia dan persatuan mereka. Selain keragaman budaya, motif batik tersebut juga mencerminkan keragaman etnis, agama, dan komunitas ras Asia yang berpartisipasi dalam Asian Games ke-18.[47]

Pengembangan dan persiapan

Biaya

Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 3 triliun untuk mempersiapkan Asian Games, dan pemerintah daerah juga diharapkan untuk memasok dana.[48]

Promosi

Jam hitung mundur Asian Games 2018 di Tugu Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta.
Pada 18 Agustus 2017, Acara simultan diadakan di Monumen Nasional, Jakarta dan Benteng Kuto Besak Palembang untuk menandai satu tahun sebelum dimulainya Asian Games. Acara di Jakarta dihadiri oleh presiden Joko Widodo, dan menampilkan pertunjukan oleh Taeyeon dan Hyoyeon dari grup K-pop Girls' Generation. Jam hitung mundur diresmikan di Tugu Selamat Datang dan di depan Stadion Gelora Sriwijaya.[49][50]
Beberapa acara fun run telah diadakan di beberapa negara Asia sejak Desember 2017 dengan Lahore, Pakistan sebagai kota pertama yang menyelenggarakan acara ini.[51]
Pada Mei 2018, sebuah acara yang menandai 100 hari menjelang Asian Games diadakan untuk menampilkan pengenalan obor Asian Games. Desain obor ini terinspirasi oleh senjata tradisional golok asal Betawi (Jakarta) dan skin dari Palembang.[52]

Lagu resmi

Pada 13 Juli 2018, Komite Penyelenggara Asian Games Indonesia (INASGOC) merilis album musik resmi Asian Games 2018 berjudul Asian Games 2018: Energy of Asia. Album ini terdiri dari 13 lagu yang melibatkan beberapa artis musik lintas genre.[53]

Relawan

Relawan (volunteer) Asian Games 2018 melakukan berbagai tugas sebelum dan selama Asian Games berlangsung.[54] Target kebutuhan relawan untuk Games Times sebesar 13.000 orang meliputi 11.000 untuk relawan di Jakarta dan sisanya di Palembang.[55] Ketika rekrutmen relawan gelombang pertama untuk Invitation Tournament dibuka, sebanyak 31.283 aplikasi diterima.[55] Sementara, saat rekrutmen gelombang kedua dibuka sejak 18 Januari hingga 5 Maret 2018, lebih dari 36.000 aplikasi diterima.[56] Para relawan mengenakan seragam khusus yakni tas selempang, jaket, topi, kaos berwarna merah, biru, dan kuning, serta celana panjang berwarna coklat yang dapat dilepas sebagian hingga menjadi celana pendek.[57] Relawan juga mengenakan lencana akreditasi foto yang juga dikenakan oleh pejabat, atlet, anggota keluarga dan media yang memberi mereka akses ke tempat dan bangunan tertentu di sekitar lokasi.

Kirab obor

Kirab obor dimulai di Stadion Nasional Dhyan Chand di New Delhi, tuan rumah Asian Games pertama, pada 17 Juli 2018. Api obor dihasilkan dari cermin parabola yang diarahkan langsung ke matahari.[58] Api obor dari Indonesia dibawa dari api abadi di Mrapen, Jawa Tengah pada 18 Juli dan kemudian disatukan dengan api obor dari India di Candi Prambanan. Di saat bersamaan, Konser Kirab Obor (Torch Relay Concert) diselenggarakan untuk menandai permulaan kirab obor di seluruh negeri.[59]
Perjalanan kirab obor kemudian dilakukan di 54 kota, 18 provinsi di Indonesia, termasuk kedua kota penyelenggara. Kirab obor menempuh jarak sekitar 18.000 km.[60] Kirab obor selesai pada 17 Agustus, tepat saat peringatan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ke-73 di Monumen Nasional, Jakarta sebelum dibawa ke upacara pembukaan di Stadion Gelora Bung Karno pada hari berikutnya.[58]

Penyiaran

Jakarta Convention Center, lokasi IBC Asian Games 2018 di Jakarta.
INASGOC menetapkan anggaran Rp 800 miliar untuk biaya penyiaran Asian Games. Dana tersebut termasuk untuk biaya siaran langsung pertandingan 38 cabang olahraga, upacara pembukaan, dan upacara penutupan pesta olahraga Asia yang akan berlangsung di Jakarta dan Palembang tersebut.[61] INASGOC menyediakan Pusat Penyiaran Internasional (IBC) yang berlokasi di Jakarta Convention Center di Jakarta dan Sriwijaya Promotion Center di Palembang.[62] IBC Asian Games 2018 mencakup area seluas 7.100 meter persegi yang terletak di Hall B Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, sehingga mampu menampung permintaan ruang siaran sejumlah negara.[63]
Untuk menjaga kualitas siaran Asian Games, INASGOC menggandeng perusahaan manajemen penyiaran asal Swiss, International Games and Broadcast Services (IGBS) sebagai mitra pengelolaan penyiaran pertandingan Asian Games ke-18.[64]IGBS sebelumnya telah menjadi mitra penyiaran Asian Games pada tiga edisi sebelumnya, yakni Asian Games 2006 di Doha, Qatar, 2010 di Guangzhou, Tiongkok, dan 2014 di Incheon, Korea Selatan. Dalam tahap final lelang yang diselenggarakan oleh INASGOC di Jakarta pada bulan Juni 2017, mereka mengalahkan NEP, perusahaan media dari Australia.[64] Penyiaran Asian Games akan didistribusikan di seluruh negara Asia bahkan ke Amerika Latin kecuali Brasil. Total 427 kamera dengan resolusi tinggi akan disiapkan untuk menyiarkan secara langsung semua cabang olahraga kecuali cabang bridge dan squash.[65]
INASGOC bersama IGBS juga meluncurkan program pelatihan untuk para mahasiswa bertajuk Broadcast Legacy Asian Games 2018.[66] Para mahasiswa akan mendapatkan kesempatan untuk mengambil peran pada siaran langsung multi-event tersebut. Program ini dikhususkan untuk mahasiswa dari 10 perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia. Kegiatan yang dijalani oleh para peserta yaitu magang dan pembuatan film pendek (vignette). Untuk magang, para mahasiswa berkesempatan menjadi asisten kamera, audio teknisi, hingga asisten logistik selama Asian Games 2018. Adapun untuk pembuatan film pendek, mahasiswa diwajibkan membuat tayangan berdurasi 30 detik yang kontennya untuk mempromosikan Asian Games 2018.[67]
Sementara itu hak siar Asian Games 2018 dipegang oleh Dentsu, perusahaan penyiaran asal Jepang, sedangkan di Indonesia hak siar dipegang oleh Elang Mahkota Teknologi(Grup Emtek) yang memiliki hak siar atas siaran televisi terestrial (SCTV, Indosiar, O Channel), satelit (Nexmedia), kanal digital (Vidio.com) serta melalui aplikasi BBM.[68] Grup Emtek juga akan membagi hak siar tersebut kepada sejumlah televisi nasional kecuali siaran pertandingan sepak bola dan bulu tangkis. Selain Grup Emtek, Asian Games 2018 juga akan disiarkan oleh televisi terestrial lainnya (TVRI,[69] MetroTV,[70] tvOne (khusus cabang Akuatik), seluruh penyedia jasa televisi berbayar, UseeTV, MNC Play, serta aplikasi MAXStream yang disediakan oleh Telkomsel. Untuk hak siar atas siaran radio, dipegang oleh RRI sebagai Emtek Radio Partner.[71]

Arena dan infrastruktur

Untuk pertandingan, beberapa tempat dibangun, direnovasi, dan disiapkan di empat provinsi di Indonesia: Jakarta, Sumatra Selatan, Banten, dan Jawa Barat. Fasilitas untuk Asian Games 2018 terletak di ibu kota Jakarta dan Palembang (Sumatera Selatan), di empat kluster olahraga yang berbeda (tiga di Jakarta dan satu di Palembang). Namun, 15 arena untuk pertandingan dan 11 arena pelatihan di Jawa Barat dan Banten yang berbatasan dengan Jakarta, akan digunakan untuk mendukung pelaksanaan Asian Games 2018.[72]Akan ada total 80 tempat untuk kompetisi dan pelatihan.[73]
Sebagian besar arena Asian Games 2018 merupakan arena yang sudah ada, termasuk Kompleks Olahraga Gelora Bung Karno yang dibangun untuk Asian Games 1962 dan Kompleks Olahraga Jakabaring yang pernah digunakan untuk SEA Games 2011. Dengan penggunaan fasilitas yang sudah ada, biaya pembangunan diharapkan bisa ditekan.[74]Perkampungan atlet di Jakarta tengah dibangun di atas lahan seluas 11 hektar di Kemayoran, Jakarta Pusat.[75] Sementara itu, media center di kedua kota akan menggunakan bangunan yang sudah ada, yaitu Jakarta Convention Center dan Sriwijaya Promotion Center di Palembang.[76]

Jakarta

Kompleks Olahraga Gelora Bung Karno di Jakarta sendiri akan menyelenggarakan 13 olahraga setelah renovasi. Kapasitas Stadion Utama yang berusia 55 tahun dikurangi dari 88.000 penonton menjadi 76.127. Sistem pengenalan wajah juga akan dipasang di stadion untuk mengantisipasi ancaman teror. Sebuah Velodrome dibangun di kawasan Rawamangun di Jakarta Timur, dengan biaya US$ 40 juta untuk bersepeda, bulu tangkis, futsal, bola basket, dan gulat.[77] Sebuah fasilitas berkuda dibangun di Pulomas dengan biaya US$ 30,8 juta, yang dapat menampung hingga 1.000 penonton.[78] Arena tersebut diatur untuk dilengkapi dengan 100 kandang kuda, penginapan atlet, sebuah rumah sakit hewan, tempat pelatihan, dan area parkir di sebidang tanah seluas 35 hektar.

Kompleks Gelora Bung Karno

Stadion Utama Gelora Bung Karno menjadi tuan rumah upacara pembukaan dan penutupan.
ArenaCabang olahragaKapasitas
Stadion UtamaUpacara Pembukaan dan Penutupan76.127
Atletik
IstoraBulu tangkis7.110
Bola basket
Aquatic CenterAkuatik (Loncat indah, Renang, Renang indah, Polo air)8.630
Tenis (Indoor)Bola voli3.300
Tenis (Outdoor)Bola basket 3-lawan-35.000
Hall BasketBola basket2.920
Lapangan HokiHoki lapangan350
Lapangan BisbolBisbol2.500
Lapangan SofbolSofbol503
Lapangan PanahanPanahan256
Lapangan RugbiRugbi 7
Fasilitas TrainingSkuas
Jakarta Convention CenterAnggararena sementara
Judo
Karate
Gulat
Bela diri (Kurash, Jujitsu dan Sambo)
Taekwondo

Arena lain di Jakarta

Sumber:[79]
ArenaCabang olahragaKapasitasLokasi
Jakarta International VelodromeBalap sepeda (Trek)4.000Rawamangun, Jakarta Timur
Jakarta International Equestrian ParkBerkuda920Pulomas, Jakarta Timur
Pantai Marina AncolBerlayar
Ancol, Jakarta Utara
Jet ski
Pulomas International BMX CenterBalap sepeda (BMX)
Pulomas, Jakarta Timur
Padepokan Silat TMIIPencak silat
Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur
Theater GarudaKabaddi
Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur
Jakarta International ExpoTinjuarena sementaraKemayoran, Jakarta Pusat
Contract bridge
Senam
Wushu
Tenis meja
Angkat besi
GOR BulunganBola voli
Bulungan, Jakarta Selatan
GOR POPKIBola tangan
Cibubur, Jakarta Timur
Lapangan Bisbol RawamangunBisbol
Rawamangun, Jakarta Timur
Pondok Indah Golf CourseGolf
Pondok Indah, Jakarta Selatan
Stadion Gelora Sriwijaya menjadi tuan rumah final sepak bola wanita.

Palembang

Kompleks Jakabaring Sport City di Palembang akan menjadi tuan rumah untuk acara olahraga lainnya. Beberapa rencana telah diajukan untuk menambah dan meningkatkan fasilitas di dalam kompleks ini, termasuk peningkatan kapasitas Stadion Gelora Sriwijaya dari 36.000 menjadi 60.000 kursi yang kemudian dibatalkan, namun malah menurunkan kapasitas menjadi 27.000 setelah memasang kursi di semua tribun bersama dengan promosi dan peningkatan fasilitas lainnya di stadion.[80] Tempat baru di Jakabaring Sport City adalah arena bowling dengan 40 lintasan yang selesai pada akhir Mei 2018.[81] Delapan lapangan tenis tambahan dibangun di kompleks untuk ajang ini.[82] Panjang tempat mendayung dan kano di Danau Jakabaring diperpanjang hingga 2.300 meter bersama dengan fasilitas dayung dan tribun yang dibangun di tepi danau.[83]
ArenaCabang olahragaKapasitasLokasi
Stadion Gelora SriwijayaSepak bola putri23.000Jakabaring Sports City
Lapangan TenisTenis
Danau JakabaringKano (Sprint dan Tradisional)
Dayung
Ranau Sport HallSepak takraw2.000
Bowling CenterBoling300
Arena PanjatPanjat tebing
Arena Voli PantaiBola voli (Pantai)
Lapangan TembakMenembak
Roller Sports ArenaOlahraga rol
Stadion Bumi SriwijayaSepak bola putri7.000Palembang

Arena di Jawa Barat dan Banten

ArenaCabang olahragaKapasitasLokasi
Stadion Jalak HarupatSepak bola putra27.000Soreang, Kabupaten Bandung
Stadion Pakansari30.000Cibinong, Kabupaten Bogor
Stadion Patriot Chandrabhaga30.000Bekasi
Stadion Wibawa Mukti28.778Cikarang, Kabupaten Bekasi
Gunung MasParalayang-Puncak, Kabupaten Bogor
Sekolah Berkuda APMPancalomba modern-Tigaraksa, Kabupaten Tangerang
Jalan SubangBalap sepeda (Sepeda gunung dan Jalan raya)-Subang
Bendung RentangKano (Slalom)-Majalengka

Wisma atlet

Wisma atlet di Kemayoran, Jakarta Pusat.
Wisma atlet di Jakarta dibangun di Kemayoran, Jakarta Pusat di atas lahan seluas 10 hektar, yang memiliki 7.424 apartemen dalam 10 menara. Total kapasitas akomodasi sebesar 22.272 di perkampungan ini melebihi standar Komite Olimpiade Internasional, yang mengharuskan tuan rumah Olimpiade untuk menyediakan kamar bagi 14.000 atlet. Wisma atlet di dalam Jakabaring Sport City di Palembang akan menampung 3.000 atlet dan ofisial.[84][85] Jalur LRT Jakarta akan secara langsung menghubungkan wisma atlet dengan Velodrome di Rawamangun, Jakarta Timur.

Transportasi

Stasiun LRT Ampera, satu dari 13 stasiun LRT Palembang yang akan digunakan untuk meningkatkan kapabilitas transportasi kota ini dalam menghadapi Asian Games.
Sebagai bagian dari persiapan menyambut Asian Games, pembangunan MRT Jakarta dan LRT Jakarta akan dipercepat.[86] Sebuah jalur MRT Jakarta akan menghubungkan wisma atlet di Kemayoran, Jakarta Pusat dengan Velodrome di Rawamangun, Jakarta Timur. Operator bus TransJakarta menambahkan 416 bus untuk melayani para ofisial selama Asian Games berlangsung.[87]
Palembang juga akan meningkatkan fasilitas transportasi mereka dengan membangun LRT Palembang sepanjang 25 kilometer dari Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin IIke Jakabaring Sport City.[88] Beberapa fasilitas transportasi lainnya seperti underpass, flyover, dan jembatan juga akan dibangun di kota tersebut. Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II akan memperluas terminal kedatangan dan keberangkatan yang ada, dan membangun skybridge dengan terminal kereta ringan (LRT) yang akan membawa penumpang ke Jakabaring.[89]

Pertandingan

Upacara Pembukaan dan Penutupan

Pertunjukan kembang api pada upacara pembukaan Pesta Olahraga Asia 2018
OCA memutuskan bahwa Jakarta akan menjadi kota penyelenggaraan upacara pembukaan dan penutupan,[90] meskipun Menteri Pemuda dan Olahraga sebelumnya mengatakan Palembang akan menjadi tuan rumah upacara penutupan.[91]
Upacara pembukaan Pesta Olahraga Asia 2018 diadakan pada hari Sabtu, 18 Agustus 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Indonesia.[92] Acara dimulai pada pukul 19:00 WIB (UTC+7) dan berakhir pada pukul 21:25 WIB. Presiden Indonesia Joko Widodo secara resmi membuka perhelatan ini.[93] Pemain basket Indonesia Arki Dikania Wisnu dan wasit badminton Indonesia Wahyana membacakan janji atlet dan wasit.[94] Peraih medali emas Olimpiade pertama di Indonesia Susi Susanti menyalakan kaldron api, yang terletak di luar stadion.[95] Upacara ini disiarkan secara langsung di seluruh negara peserta Asian Games 2018.[96] Di Indonesia, upacara pembukaan ini disiarkan oleh Grup Emtek sebagai pemegang lisensi penyiaran; TVRI, MetroTV, dan TVOne sebagai mitra penyiaran Emtek; NET., INews, Trans7, BeritaSatu TV dan Jak TV.[97]

Olahraga

Pada Maret 2017, Dewan Olimpiade Asia awalnya mengumumkan bahwa Asian Games 2018 akan menampilkan 484 nomor pertandingan dalam 42 cabang olahraga, termasuk 28 cabang olahraga Olimpiade permanen yang diperebutkan Olimpiade Musim Panas 2016, lima cabang olahraga tambahan yang akan diperebutkan di Olimpiade Musim Panas 2020di Tokyo, serta pertandingan di cabang olahraga non-Olimpiade lainnya.[98] Pada April 2017, OCA menyetujui pengurangan program sebagai tanggapan terhadap kekhawatiran biaya; gulat sabuk, kriket, kurash, skateboarding, sambo, dan berselancar dicoret dari program, dan terdapat pengurangan jumlah kompetisi dalam bridge, jet ski, ju jitsu, paralayang, olahraga panjat, taekwondo (khususnya, semua kelas berat non-Olimpiade), dan wushu. Perubahan ini mengurangi jumlah total nomor pertandingan menjadi 431.[99][100]
Program terakhir diresmikan pada September 2017, meningkatkannya menjadi 462 nomor pertandingan dalam 40 disiplin sebagai program terbesar kedua dalam sejarah Asian Games. Disiplin tambahan yang diperkenalkan di Olimpiade Musim Panas 2020 juga ditambahkan, termasuk bola basket 3x3 dan BMX freestyle.[101]
Sementara cabang eSports, bersama dengan polo kano akan dipertandingkan sebagai olahraga eksibisi.[102] Menurut Federasi eSports Asia, enam permainan video telah dikonfirmasi untuk ambil bagian dalam Asian Games tahun ini;

ASIAN GAMES 2018

Pesta Olahraga Asia 2018 Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Jump to navigation Jump to search Artikel ini ...